.:[Double Click To][Close]:.
Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Friday, April 29, 2011

Ditemukan, Gereja 1.500 Tahun di Israel

Arkeolog Israel menemukan gereja kuno 1.500 tahun di bukit Judean, Israel. Karena gereja ini menjadi target para pencuri, para arkeolog pun menutupnya. Seperti apa? Gereja temuan arkeolog Israel ini memiliki lantai bermotif mosaik bergambar singa, musang, ikan dan burung. Seperti dikutip Associated Press, situs temuan ini terletak di barat daya Yerusalem dan telah digali sejak dua bulan lalu.

Namun gereja kuno telah ditutup kembali dengan tanah dengan alasan perlindungan dari penjarah dan pencuri. "Bangunan ini memiliki lantai bermotif unik dari abad ke lima dan tujuh sesudah masehi (SM),” ungkap pemimpin penggalian Amir Ganor dari Israel Antiquities Authority. Ganor mengatakan, lantai gereja merupakan salah satu mosaik kuno terindah yang pernah ditemukan di Israel dalam kurun beberapa tahun terakhir. Para arkeolog mulai menggali situs yang juga dikenal dengan nama Hirbet Madras ini pada Desember lalu.

Namun Israel Antiquities Authority telat beberapa bulan mengetahui situs ini dan mendapati para pencuri mencuri beberapa bagian situs gereja itu. Ganor mengatakan, gereja itu akan tetap dikubur hingga mendapat dana untuk membuat tempat itu menjadi obyek wisata.

Sumber

Wednesday, April 20, 2011

10 Raja-Raja Yang Mempunyai Kelakuan Menyimpang

Tidak seperti masa lalu, sekarang kita memiliki kesempatan untuk memilih gubernur kita sendiri. Kita mengikuti kampanye saat mereka menunjukkan bagaimana bijaksananya mereka. Karena yang paling bijkasana yang akan jadi pilihan kita. Di pemerintahan monarki orang tidak bisa memilih, siapapun yang lahir dari keluarga kerajaan bisa menjadi raja berikutnya. Terkadang raja yang terpilih merupakan seorang yang pintar, namun terkadang juga seorang raja yang gila/aneh. Berikut daftar 10 raja-raja yang aneh:

1. Justin II
http://hermawayne.blogspot.com
Justin II adalah keponakan dari Justinian I. Justin II terkenal karena takhta berodanya dan gigitannya yang menyakiti semua orang di istana. Pada hari-hari terakhir sebagai Kaisar, dia memerintahkan kelompok musik untuk bermain sepanjang waktu untuk menenangkan pikirannya.

2. Ibrahim I
http://hermawayne.blogspot.com
Ibrahim I adalah Sultan di Kekaisaran Ottoman yang hanya berkuasa 8 tahun [1640-1648]. Tapi, berkuasa sebentar bukan berarti tak punya waktu untuk memupuk popularitas. Ibrahim I mampu membuat dirinya terkenal berkat obsesinya pada wanita gembrot. Ia kerap memerintahkan orang-orangnya untuk mencari wanita paling gemuk di dunia. Dan yang paling dicintainya adalah seorang wanita yang memiliki berat sekitar £330. Ia memanggil wanita itu dengan panggilan sayang “Sepotong Gula.” Saking cintanya, ia memberi wanita itu pension pemerintah dan menjulukinya Gubernur Jenderal Damaskus.

3. Nebukadnezar
http://hermawayne.blogspot.com
Nebukadnezar, raja Babilonia [605 SM-582 SM] ini dikenal karena karya monumentalnya: Taman Gantung Babilonia. Tetapi, mungkin tidak banyak yang tahu bahwa ia pernah di padang gurun selama beberapa tahun. Menurut legenda, setelah bertahun-tahun mengkonstruksi Taman Gantung Babilonia, ia merasa tersanjung oleh Tuhan sehingga ia menghabiskan 7 tahun tinggal di alam bebas. Ia membayangkan dirinya sebagai seekor kambing, makan rumput bersama sapi. Setelah akal warasnya pulih, ia pun kembali ke istana.

4. Ludwig II dari Bavaria
http://hermawayne.blogspot.com
Ludwig II menguasai Bavaria mulai 1845 hingga 1886. Ia terkenal karena gayanya yang eksentrik dalam mengatur pemerintahan dan animonya pada seni. Ia dikabarkan menderita penyakit mental, tetapi itu tidak pernah terbukti. Namun, ia pernah berkata pada dirinya sendiri: “Aku ingin tetap menjadi teka-teki yang kekal bagi diriku sendiri dan orang lain.” Dan kematiannya pun menyisakan misteri, sementara obsesinya untuk membangun istana fantasi nan mahal tidak terwujud. Ironisnya, kastil-kastilnya saat ini menjadi objek wisata yang menguntungkan.

5. Caligula
http://hermawayne.blogspot.com
2 tahun pertama dalam pemerintahannya, Caligula dikenal sebagai kaisar moderat. Tapi, ia kemudian gila. Ia kejam, menyukai penyimpangan seksual, boros, bermewah-mewah dan tiran. Bahkan, ia berani mengklaim dirinya sebagai Tuhan. Ia mulai tampil dengan pakaian seperti dewa dan memperkenalkan dirinya sebagai Jupiter dalam acara-acara publik atau ketika ia menandatangani dokumen. Akhirnya, ia menghapus dewa-dewa kepercayaan Romawi dan menetapkan dirinya sebagai tuhan yang hidup secara fisik.

6. Charlotte dari Belgia
http://hermawayne.blogspot.com
Charlotte adalah permaisuri Kaisar Maximilian I [Meksiko]. Mereka tinggal bersama di Meksiko. Ketika Charlotte harus kembali ke Eropa untuk berbicara dengan Paus, kegilaannya mulai tampak. Pertama, dalam sebuah surat yang dikirimkan kepada suaminya yang berada di medan perang, ia menggambarkan Napoleon III [Perancis] sebagai orang yang kerasukan setan. Lalu, selama kunjungan dari Vatikan, suatu pagi ia menghambur ke kediaman Paus dan berteriak bahwa stafnya mencoba meracuni dirinya. Setelah itu ia memasukkan jarinya ke dalam secangkir susu coklat dan menjilatnya. Dan tidak cuma itu. Ia menolak tawaran tidur di kamar Vatikan dan memilih tidur di perpustakaan. Keesokan harinya ia mengunjungi sebuah panti asuhan dengan sapu tangan di wajah, membakar tangannya, dan menunjukkan ayam-ayam di kamarnya yang terikat pada meja.

7. Joanna dari Kastilia
http://hermawayne.blogspot.com
Joanna atau lebih dikenal sebagai Juana la Loca (Joanna yang Gila) adalah ratu yang menggantikan tahta almarhum suaminya, Philipe. Dia sangat mencintai suaminya. Saat suaminya meninggal, kesehatan mentalnya menurun. Dia selalu membuka peti mati suaminya. Merangkul dan menciuminya. Ketika ia harus pindah dari istana Burgos karena epidemi, dia membawa serta peti mati suaminya.

8. Robert III dari Skotlandia
http://hermawayne.blogspot.com
Raja Robert III dari Skotlandia amat mengkhawatirkan masa depan kerajaannya karena karakter nenek moyangnya. Anaknya, David, bersemangat tinggi tapi manja. Robert memberi nama anaknya Robert Duke of Rothesay dan memberinya otoritas kerajaan, sambil berharap sikap sang anak akan berubah. Tapi tingkah sang anak justru kian menjadi. Ia meninggalkan tunangannya dan menjadikan Robert dari Fife sebagai musuh. Robert dari Fife kemudian berhasil membujuk Robert III untuk menangkap anaknya sendiri. David dipenjarakan di tempat pamannya, Falkland Palace. Di sana David meninggal. Robert III yang ditinggal David kemudian juga mengkhawatirkan masa depan anaknya yang lain, James. Ia akhirnya mengirimkan anak laki-laki berusia 11 tahun itu ke sebuah pulau berbatu untuk menunggu kapal yang akan membawanya ke Prancis. James selanjutnya menjadi sandera Inggris. Robert III depresi, menolak makanan dan meninggal beberapa hari kemudian.

9. Murad IV dari Turki
http://hermawayne.blogspot.com
Murad IV terkenal karena kekejamannya. Konon, ia telah memenggal 25.000 kepala manusia selama masa pemerintahannya. Ia menerapkan larangan merokok, minum alkohol dan kopi di seluruh kekaisaran. Jika seseorang tertangkap melanggar aturan, ia akan kehilangan kepalanya. Musisinya juga dibunuh hanya karena memainkan lagu Persia. Selain suka membunuh, ia juga terkenal karena dirinya seorang homoseksual dan pembenci perempuan. Hingga akhir hidupnya ia tetap menunjukkan kebenciannya pada perempuan. Suatu hari, ketika ia bertemu dengan sekelompok gadis yang menyanyi di padang rumput, ia memerintahkan prajuritnya untuk menyeret mereka karena mereka dianggap mengganggu ketenangannya.

10. Alfonso VI dari Portugal
http://hermawayne.blogspot.com
Dipercaya bahwa Alfonso VI cacat mental. Gaya berpakaiannya amat nyeleneh. Ia memakai 6 atau 7 mantel sekaligus, menumpukkan 3 atau 4 topi di kepalanya. Di samping itu, ia pemuja pesta liar dan menggunakan otoritas kerajaan untuk bercinta dengan para biarawati. Ia tidak ingin repot-repot pergi ke gereja, jadi ia meminta imam untuk melakukan misa di kamar tidurnya. Kemudian ia menikah, tetapi ia mengabaikan istrinya. Istri yang kemudian mencopotnya dari tahta kerajaan.

Tuesday, April 19, 2011

Inilah Mantan-Mantan Presiden republik Indonesia Yang tidak Dicatat Sejarah

Langsung aja ,orang" ini yang pernah menjabat presiden RI,namun saya yakin " semua jarang yang tau siapa presiden setelah soekarno dan saat daruurat keadaan negara kita...yang agan" tau mungkin cuma:
-Soekarno
-Soeharto
-Habibie
-Gusdur
-Megawati
-ESBEYE.
namun sebenarnya ada lagi

syarifudin prawiranegara

 


Dalam sejarahnya, Negara Indonesia pernah mengalami pergantian sistem pemerintahan. Dari kesatuan berubah menjadi serikat dan berubah kembali menjadi kesatuan hingga kini.Demikian juga dengan pemimpinnya atau presidennya. Selama 63 tahun berdiri sebagai Negara, telah terjadi berkali-kali pergantian pemimpin di Indonesia. Mulai dari ir. Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono sekarang.
Sebagai penjabat presiden,umumnya orang Indonesia hanya mengenal Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurahman Wahid, Megawati Soekarno Putrie dan Susilo Bambang Yudhoyono. Padahal masih ada dua lagi presiden Indonesia dan jarang sekali disebut. Yakni Syafrudin Prawiranegara dan Mr. Asaat.

Dua orang ini pernah menjabat sementara ketika eranya Soekarno. Syafrudin Prawiranegara menjabat Presiden/ketua PDRI (Pemerintahan DaruratRepublik Indonesia) ketikaSoekarno dan M. Hatta ditawan Belanda dan ketika ibukota Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda. Agar pemerintahan tetap eksis dan berjalan, akhirnya dibentuklah PDRI dengan Syafrudin Prawiranegara sebagai penjabat presiden.Syafrudin menjabat Presiden Indonesia Darurat sejak 19 Desember 1948


Mr. Syafruddin Prawiranegara, atau juga ditulis Sjafruddin Prawiranegara (lahir di Serang, Banten, 28 Februari 1911 – meninggal di Jakarta, 15 Februari 1989 pada umur 77 tahun) adalah pejuang pada masa kemerdekaan Republik Indonesia yang juga pernah menjabat sebagai Presiden/Ketua PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) ketika pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda saat Agresi Militer Belanda II pada tanggal 19 Desember 1948.


Mr.assaat


Siapa Mr. Assaat ?

Lahir di sebuah kampung bernama Kubang Putih Banuhampu, pada tanggal 18 September 1904. Memasuki sekolah agama "Adabiah" dan MULO Padang, selanjutnya ke STOVIA Jakarta. Karena jiwanya tidak terpanggil menjadi seorang dokter, ditinggalkannya STOVIA dan melanjutkan ke AMS (SMU sekarang). Dari AMS Assaat melajutkan studinya ke Rechts Hoge School (Sekolah Hakim Tinggi) juga di Jakarta.

Ketika menjadi studen RHS inilah, beliau memulai berkecimpung dalam gerakan kebangsaan, ialah gerakan pemuda dan politik. Masa saat itu Assaat giat dalam organisasi pemuda "Jong Sumatranen Bond". Karir politiknya makin menanjak lalu berhasil menduduki kursi anggota Pengurus Besar dari "Perhimpunan Pemuda Indonesia". Ketika Perhimpunan Pemuda Indonesia mempersatukan diri dalam "Indonesia Muda", ia terpilih mejadi Bendahara Komisaris Besar " Indonesia Muda".

Dalam kedudukannya menjadi studen (mahasiswa), Assaat memasuki pula gerakan politik "Partai Indonesia" disingkat Partindo. Dalam partai ini, Assaat bergabung dengan pemimpin Partindo seperti : Adnan Kapau Gani, Adam Malik, Amir Syarifuddin dan lain-lainnya.
Kegiatannya di bidang politik pergerakan kebangsaan, akhirnya tercium oleh profesornya dan pihak Belanda, sehingga dia tidak diluluskan walaupun setelah beberapa kali mengikuti ujian akhir. Tersinggung atas perlakuan demikian, gelora pemudanya makin bergejolak, dia putuskan meninggalkan Indonesia pergi ke negeri Belanda. Di Nederland dia memperoleh gelar "Meester in de rechten" (Sarjana Hukum).

Sekitar tahun 1946-1949, di Jalan Malioboro Yogyakarta sering terlihat seorang berbadan kurus semampai berpakaian sederhana sesuai dengan irama revolusi.
Terkadang ia berjalan kaki, kalau tidak bersepeda menelusuri Malioboro menuju ke kantor KNIP tempatnya bertugas. Orang ini tidak lain adalah Mr. Assaat, yang selalu menunjukkan sikap sederhana berwajah cerah dibalik kulitnya kehitam-hitaman. Walaupun usianya saat itu baru 40 tahun, terlihat rambutnya mulai memutih. Kepalanya tidak pernah lepas dari peci beludru hitam.

Mungkin generasi sekarang yang berumur 30 sampai 35 tahun, kurang atau sedikit sekali mengenal perjuangan Mr. Assaat sebagai salah seorang patriot demokrat yang tidak kecil andilnya bagi menegakkan serta mempertahankan Republik Indonesia.

Assaat adalah seorang yang setia memikul tanggung jawab, baik selama revolusi berlangsung hingga pada tahap akhir penyelesaian revolusi. Pada masa-masa kritis itu, Assaat tetap memperlihatkan dedikasi yang luar biasa.
Ia tetap berdiri pada posnya di KNIP, tanpa mengenal pamrih dan patah semangat. Sejak ia terpilih menjadi ketua KNIP, jabatan ini tidak pernah terlepas dari tangannya. Sampai kepadanya diserahkan tugas sebagai Acting (Pejabat) Presiden RI di kota perjuangan di Yogyakarta.

Sebagai ilustrasi dapat dikemukakan, Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan Badan Pekerjanya selama revolusi sedang berkobar telah dua kali mengadakah hijrah.
Pertama di Jakarta, dengan tempat bersidang di bekas Gedung Komidi di Pasat baru dan di gedung Palang Merah Indonesia di Kramat. Karena perjuangan bertambah hangat, demi kelanjutan Revolusi Indonesia, sekitar tahun 1945 dipindahkan ke Yogyakarta.
Kemudian pada tahun itu juga KNIP dan Badan Pekerja, pindah ke Purwokerto, Jawa Tengah. Ketika situasi Purwokerto dianggap "kurang aman" untuk kedua kalinya KNIP hijrah ke Yogyakarta. Pada saat inilah Mr. Assaat sebagai anggota sekretariatnya. Tidak lama berselang dia ditunjuk menjadi ketua KNIP beserta Badan Pekerjanya.